NBA FINAL 2008, GAME II : Celtics 108 : Lakers 102

•Juni 9, 2008 • & Komentar

NBA Final 2008, game II yang berlangsung pagi ini (waktu Indonesia Barat), kembali dimenangkan oleh Boston Celtics dengan skor 108 : 102 atas Los Angeles Lakers. Hasil ini membuat kedudukan sekarang menjadi 2 : 0, untuk keunggulan dari Celtics.
Celtics yang sempat ketinggalan pada kuarter pertama, 22 – 20, kembali menggebrak pada kuarter kedua dan ketiga. Hal ini menyebabkan Celtics unggul jauh di akhir kuarter ketiga, dengan skor 82 – 71. Walaupun di akhir kuarter keempat, Lakers mencoba untuk mengejar ketinggalannya, namun keunggulan Celtics tidak lagi terbendung. Di kuarter keempat, Lakers unggul dengan 41 – 25. Namun skor akhir tidak berubah, tetap untuk keunggulan Boston Celtics 108 – 102.

Di kubu Celtics, trio maut masih mendominasi perolehan anggka. Paul Pierce dengan 28 point, kemudian Kevin Garnett dan Ray Allen menumbangkan 17 Points. Yang sedikit mengejutkan ditunjukkan oleh Powe, yang biasanya duduk di bangku cadangan, pada pertandingan ini dia mampu menyumbangkan 21 Point untuk Celtics.

Sedangkan di kubu Lakers, perolehan point masih didominasi oleh Kobe Bryant, yang mendulang 30 point dan juga menjadi perolehan point tertinggi dalam pertandingan ini. Disusul oleh Paul Gasol dengan 17 point dan V.Radmanovic dengan 13 points.

Dengan hasil ini, Celtics masih memimpin 2 : 0 atas Lakers, dan pertandingan ketiga akan dimaenkan di kandang Lakers, pada hari Rabu pagi (waktu Indonesia Barat). Kita tunggu saja pertandingan selanjutnya.. (heyu)

Promosi Perguruan Tinggi, By Mouth to Mouth : Demi Kemajuan Bangsa

•Juni 7, 2008 • & Komentar

Mendekati tahun ajaran baru, biasanya para perguruan tinggi mulai melancarkan jurus promosinya untuk menggaet para calon mahasiswa. Bahkan biasanya promosi yang dilakukan oleh para perguruan tinggi dimulai dari satu tahun sebelumnya, hingga menjelang tahun ajaran baru. Sama seperti dalam dunia bisnis, begitu banyak hal yang dilakukan oleh para perguruan tinggi di dalam menjaring calon mahasiswanya. Mulai dari mengadakan pameran tunggal, pameran bersama, presentasi di SMA – SMA, mengadakan even yang menunjukkan kualitas perguruan tinggi sampai dengan pemasangan advertising di koran-koran ternama. Apa yang dilakukan oleh para perguruan tinggi tersebut, sudah sama dengan apa yang dilakukan oleh para pebisnis dalam mempromosikan produknya. Tidak salah jika banyak orang yang berpendapat bahwa pendidikan sudah merasuki ke dalam dunia bisnis.

Begitu banyak biaya promosi yang dikeluarkan oleh para perguruan tinggi tersebut dalam menjaring calon mahasiswanya. Mungkin yang lagi tren sekarang adalah pemberian laptop bagi para calon mahasiswa baru yang mendaftar. Sering kita lihat di beberapa iklan, baik itu yang ada di jalan-jalan, maupun iklan di kolan, bahwa beberapa perguruan tinggi menyediakan laptop gratis bagi mahasiswa barunya. Apakah hal ini sangat efektif ? Belum tentu.

Hal yang utama dari promosi perguruan tinggi sekarang sebenarnya adalah kualitas dari pengajaran dan pendidikan di dalam institusi tersebut. Para calon mahasiswa sekarang sudah semakin pintar di dalam memilih mana perguruan tinggi yang terbaik buat mereka. Berdasarkan survei yang pernah dilakukan, iklan yang dipasang oleh para perguruan tinggi di dalam suatu surat kabar, sebenarnya tidak terlalu efektif. Kecuali jika tujuannya adalah hanya sosialisasi kepada masyarakat bahwa perguruan tinggi tersebut masih eksis. Memang masih banyak yang merespon iklan tersebut, walaupun terkadang banyak yang terlewatkan.

Kembali ke dalam masalah kualitas perguruan tinggi. Kualitas pendidikan dan pelayanan kepada para calon mahasiswa adalah merupakan salah satu faktor yang efektif untuk menjaring calon mahasiswa. Jika kualitas pendidikan dan pelayanan kepada mahasiswa, sangatlah baik, bukan tidak mungkin promosi akan datang dengan sendirinya. Mengapa ? Begitu mahasiswa di dalam sebuah perguruan tinggi terkesan dengan pelayanan yang diberikan kepadanya, senang dengan kualitas pendidikan yang diajarkan hingga mampu membuatnya berkembang, maka mahasiswa tersebut tanpa diberi komisi ataupun disuruh, akan menceritakannya kepada orang lain. Akan menjadi lebih baik jika dia menceritakannya kepada para adik-adik kelasnya, yang niscaya akan melanjutkan ke perguruan tinggi.

Promosi seperti ini tingkat keefektifannya sangat tinggi, karena para calon mahasiswa akan lebih percaya cerita dari sesama mahasiswa daripada omongan pihak marketing perguruan tinggi. Mahasiswa tersebut akan menceritakan pengalaman positifnya kepada semua orang. Hal inilah yang sering dinamakan dengan “mouth to mouth promotion”. Promosi ini murah namun tidak gampang. Karena meningkatkan kualitas dari pendidikan tinggi, tersebu tidaklah mudah. Namun hal ini harus dilakukan oleh para perguruan tinggi di Indonesia. Bahkan bisa dibilang wajib. Bukan untuk mengejar promosi saja, namun untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.

Apakah kita mau, jika banyak perguruan tinggi di Indonesia nantinya banyak dibeli oleh pihak-pihak asing ? Seperti yang terjadi pada beberapa bank yang ada di Indonesia, yang kepemilikannya banyak dibeli oleh pihak asing ? Kapan kita bangga dengan bangsa ini, jika semuanya dimiliki oleh asing ? Marilah dunia pendidikan bersama-sama dengan dunia bisnis industri Indonesia, bersama-sama berusaha untuk memajukan bangsa Indonesia. Mari kita tingkatkan kualitas pendidikan perguruan tinggi di Indonesia, bukan hanya demi promosi namun demi kemajuan bangsa…. Hidup Pendidikan Indonesia (heyu)

Dualisme… Ikhlaslah….

•Juni 7, 2008 • & Komentar

Tanpa kita sadari, didalam kehidupan kita berorganisasi baik itu dalam organisasi kemasyarakatan maupun dalam organisasi bisnis, kita secara tidak sadar dihadapkan pada suatu keadaan yang dinamakan dengan dualisme. Dualisme, menurut pengertian penulis adalah sebuah arti kata yang menggambarkan adanya dua buah kepemimpinan atau panutan didalam sebuah organisasi.

Mungkin Anda akan berpikiran bahwa hal tersebut tidaklah mungkin. Namun hal ini dapat terjadi. Dalam ruang lingkup yang besar, kita melihat adanya dua buah organisasi dari partai besar di Indonesia, yaitu PKB. Disitu, kita dapat melihat, adanya dua buah kepemimpinan di dalam tubuh partai tersebut. Hal seperti ini, sangatlah mungkin dapat terjadi di dalam sebuah perusahaan. Secara resmi, organisasi dipimpin oleh si A. Namun karena keadaan dan berbagai macam faktor, dalam pelaksanaan sehari-hari dipimpin oleh si B. Pertanyaannya, bagaimanakah dengan pegawai atau staff yang ada dibawahnya ? Apakah akan mengikut si A atau si B ?

Mengapa ini dapat terjadi ? Banyak dan bermacam-macam faktor. Ada contoh yang palng gampang. Ada sebuah organisasi yang kesehariannya dipimpin oleh si B, sebagai pemimpin. Namun karena adanya peraturan pemerintah ataupun karena adanya sesuatu hal, mungkin bisa persyaratan organisasi ataupun sebagainya, perusahaan tersebut dipimpin oleh si A. A disini bertindak hanya sebagai dokumentasi saja, bukan yang sebenarnya. Istilahnya adalah pinjam nama. Sekilas mungkin akan kelihatan sepele, tidak akan berlanjut ke permasalahan yang lebih lanjut. Namun, pernyataan tersebut dapat berubah.

Apakah dengan sesimple itu, proses bisnis perusahaan akan dapat berjalan dengan mudah ? Mana mungkin sebuah organisasi dipimpin oleh dua kepala ? Tentu tidak. Permasalahan yang semula hanya satu titik, secara perlahan akan menjadi menumpuk, bahkan bukan titik lagi, tapi sudah menjadi bola. Akan selalu muncul permasalahan-permasalahan baru. Orang pasti akan melihat hal seperti ini adalah akibat dari kebodohan para manajemennya. Tidaklah salah hal tersebut. Hal seperti ini tidaklah akan terjadi jika terjadi adanya keikhlasan dari masing-masing pihak. Mulai dari iklas untuk menerima saran dan kritik, iklas untuk mengakui bahwa dirinya salah dan orang lain benar maupun sebagainya.

Namun jika andaikata, kedua kubu menganggap dirinya masing-masing adalah benar, perusahaan tersebut tidak akan jalan. Bahkan tinggal tunggu waktunya saja, akan hancur. Hancur lebur akibat kebodohan di dalam perusahaan tersebut. Bawahan bingung harus mengikut yang mana, peraturan mana yang harus ditaati, kebijakan mana yang harus dituruti dan sebagainya. Hancur semua. Bagaimana mau menciptakan sebuah suasana kerja yang kondusif jika masing-masing pihak menganggap dirinya adalah benar ? Saling curiga dan menjatuhkan ? Benar-benar perusahaan tersebut bukan sebagai organisasi pembelajar, namun sebagai organisasi penghancur.

Semua kembali ke dalam diri kita masing-masing. Inti dari bekerja adalah cinta dan ikhlas. Bekerja itu adalah cinta. Sebagus-bagusnya pekerjaan kita, ataupun setinggi-tingginya gaji yang kita terima, kalo kita tidak melaksanakan dengan cinta, akan percuma. Cinta terhadap pekerjaan, akan menumbuhkan semangat kerja yang lebih baik. Ikhlas, suatu hal yang sulit untuk dilakukan, namun harus dilakukan. Bekerja dengan ikhlas, akan membuat hati lebih tenang dan dapat lebih menikmati hidup. Semua kembali ke diri kita. Apakah kita mau menciptakan dualisme,dengan berbagai macam alasan ? Atau dengan ikhlas, duduk bersama, berbicaran dan berdiskusi bersama untuk kemajuan perusahaan ? Hanya anda yang memilih… Ciptakan peperangan atau perdamaian ? (heyu)

NBA Finals 2008 (Game 1) : Celtics 1 VS Lakers 0

•Juni 6, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Game 1 NBA Final 2008 yang dimulai pada tanggal 5 Mei 2008 malam (waktu Boston), akhirnya dimenangkan oleh Boston Celtics dengan skor 98 – 88. Terjadi kejar-kejaran angka di masing-masing kuarter. Di kuarter pertama, Celtics unggul dengan skor 23 – 21. Namun di kuarter 2, Lakers berhasil menambah 30 angka, sedangkan Celtics hanya berhasil menambah 23 angka.

Merasa ketinggalan point, Celtics berhasil menambah 31 angka di kuarter tiga, dan Lakers hanya berhasil menambah 22 angka saja. Di kuarter terakhir Celtics berhasil meredam permainan Lakers, dengan menahan Lakers untuk tidak menambah ngka lebih banyak lagi. Di kuarter terakhir ini, Lakers hanya berhasil menambah 15 angka saja. Sedangkan Celtics berhasil menambah 21 angka. Dan menutup game pertama ini dengan skor 98 – 88, untuk kemenangan Boston Celtics.

Bintang Celtics pada game pertama tersebut, masih didominasi oleh Trio Mautnya, yaitu Kevin Garnet (24 point), Paul Pierce (22 Point) dan Ray Allen (19 Point). Sedangkan di kubu Lakers, point terbanyak masih dipegang oleh Kobe Bryant dengan mencetak 24 point.

Final ini adalah merupakan pertandingan final ke 11 antara Celtics dan Lakers dimana pertandingan pertamanya dilakukan pada tahun 1997, yang pada saat itu masih didominasi oleh perang antar Magic Johnson (Lakers) dan Larry Bird (Celtics). Bagaimana dengan pertandingan selanjutnya ? Kita tunggu saja pertandingannya… (heyu)

Asuransi Ponsel… Mmm Baru Lagi

•Juni 5, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Anda takut ponsel baru anda rusak ? Mungkin karena jatuh, kena air ataupun kecelakaan lainnya. Anda tidak perlu takut dan tidak perlu cemas. Sekarang sudah ada asuransi yang akan melindung ponsel anda. Seperi yang ditulis didalam detik.net, PT.EXTRA PROTEKSI INDONESIA (EXPRO) kembali meluncurkan sebuah produk asuransi baru, yang hampir tidak pernah disentuk oleh beberapa perusahaan asuransi lainnya, yaitu asuransi Ponsel.

Bekerja sama dengan beberapa ponsel ternama seperti Nokia, Sony Ericsson, Motorola, Samsung dan LG, EXPRO akan menganggung dan melindungi ponsel baru yang diberi oleh konsumen. Expro akan memberikan perbaikan atau penggantian sampai dengan harga pertanggungan, dengan hanya menanggung own risk sebesar 10 persen. Namun EXPRO tidak memasukkan kehilangan di dalam daftar klaim asuransinya.

Bisnis ini cukup menarik, disaat garansi yang diberikan oleh para vendor ponsel tidak menyentuh segala kerusakan yang diakibatkan oleh pemakai, EXPRO berusaha masuk ke dalam celah bisnis ini. Dengan hanya membayar sekita Rp. 12 ribu pertahun atau tiga persen dari harga beli ponsel, maka sejak pertanggal konsumen membeli ponsel tersebut, EXPRO akan melindungi ponsel konsumennya.

Namun perjanjian ini hanya berlaku selama satu tahun saja dan tidak berlaku perpanjangan, karena hal ini memang disesuaikan dengan garansi yang diberikan oleh para vendor. Bisnis ini cukup menarik karena masih tergolong baru. Dan EXPRO bahkan berani menargetkan sekitar 30-60 % dari total penjualan ponsel yang didistribusikan di Indonesia akan mengasuransikan ponselnya ke EXPRO.

Memang dari sisi konsumen, juga diuntungkan. Bahkan bisa dibilang, akan mampu melindungi ponsel yang dibelinya dari kecerobohan yang dilakukan para konsumen. Mungkin yang menjadi sedikit permasalahan disini, adalah sejauh mana perbaikan yang diberikan oleh pihak EXPRO kepada konsumennya yang melakukan klaim. Terutama untuk masalah waktu perbaikannya. Sudah bukan menjadi rahasia umum, bahwa perbaikan ponsel yang rusak biasanya memakan waktu yang cukup panjang. Dan alasan yang diberikan oleh pihak service center adalah klise, yaitu suku cadang tidak ada, harus nunggu dari pusat. Semoga hal ini bukan menjadi alasan dari EXPRO untuk memberikan pelayanan yang terbaik buat konsumennya. Jika memang EXPRO mampu menjaga pelayanannnya, bukan tidak mungkin lebih dari sekitar 60 % ponsel baru yang didistribusikan di Indonesia akan diasuransikan ke EXPRO… Kita tunggu saja tanggal mainnya… (heyu)

Def Leppard, Gebrakan si “Tua”

•Juni 5, 2008 • 1 Komentar

Def LeppardDef Leppard, sebuah grup Rock legendaris yang berdiri pada sekitar tahun 1977, ini kembali hadir menggebrak dunia musik Rock. Walaupun hampir semua personilnya sudah berumur, namun album yang direlease pada sekitar 29 April 2008 lalu, masih mampu menyuguhkan album yang bekualitas. Tidak salah, kalo grup ini memang menjadi langganan platinum album.

Album dengan judul “SONG FROM THE SPARKLE LOUNGE” berisi 11 lagu. Sebagai lagu pembuka, Def Leppard menyuguhkan sebuah lagu dengan beat yang sedikit funky dan diberi judul Go. Lagu ini cukup memberikan kesan bahwa grup band ini masih mampu beradaptasi dengan perkembangan musik modern saat ini dengan tanpa menghilangkan akar-akarnya.

Lagu Love, disajikan dengan sedikit ngepop dan ditampilkan dengan suasana yang lembut. Petikan gitar akustik yang lembut beserta harmoni vokal yang kuat, membuat lagu ini, layak untuk menjadi lagu abadi dari Def Leppard. .Bagi anda penggemar lama grup band ini, lagu ini akan mengingatkan dengan hits Def Leppard sebelumnya seperti Two Steps Behind ataupun Miss You in a Heartbeat.

Band yang beranggotakan Joe Elliott (Vokal), Phil Collen (Gitar), Vivian Campbell (Gitar), Rick Savage (Bass), Rick Allen (Drum), ini masih menyajikan warna permainan musik klasik khas Def Leppard. Hal ini ditujukan pada lagu Tomorrow. Sekilas jika anda mendengarkan lagu ini, maka anda akan teringat sedikit dengan warna musik dari grup band U2.

Namun, bagi anda penggemar rock yang ngebeat, Def Leppard juga hadir dengan lagu Bad Actress. Bahkan lagu ini terasa sebagai lagu yang paling ngerock diantara beberapa lagu yang ada di album ini.

Sedikit berbeda dengan album sebelumnya di dalam album ini, Def Leppard mencoba untuk berduet dengan Tim Mcgraw, seorang musisi dan penyanyi country. Sehingga warna Amerika sangat kental di dalam lagu yang berjudul Nine Lives ini.

Berbeda dengan band Rock lainnya yang memang lebih mengusung kemampuan individual para personilnya, grup ini memang hampir tidak pernah menonjolkan hal itu. Mereka lebih mementingkan keharmonisan dari komposisi lagu yang mereka bawa dan hal ini terbukti berhasil. Ditunjukkan dengan platinum yang mereka dapatkan.

Ada satu hal yang patut dicontoh dari band ini, mungkin bisa dipakai sebagai inspirasi dari band-band Indonesia. Sejarah band ini penuh dengan lika liku yang membuat band ini harus jatuh bangun. Misalnya saja, kematian yang merenggut salah satu personil mereka, kemudian terjerumus ke dalam dunia narkoba bahkan sampai dengan kecelakaan yang menimpa sang drummer. Anda mungkin tidak pernah terbayangkan, bahwa sang drummer yaitu Rick Allen, hanya memiliki satu buah tangan saja, akibat kecelakaan yang dia alami. Namun dengan semangat tinggi dan sedikit inovasi serta modifikasi pada setting drumnya, membuat sang drummer ini kembali ke dunia musik rock. Bahkan permainannya diakui sebagai salah satu permainan drum rock terbaik yang pernah ada.

Semangat yang tidak pernah luntur dari para personilnya, untuk bangkit dari keterpurukan, hal inilah yang patut dicontoh oleh band-band Indonesia. Dan ini yang dibina oleh Def Leppard hingga masih dapat eksis hingga saat ini. Maju terus Def Leppard, kembalikan musik rock ke masa jayanya. Rock is Never Die…..

SONGS FROM THE SPARKLE LOUNGE
Tracks List :

01. GO
02. NINE LIVES
03. C’MON C’MON
04. LOVE
05. TOMORROW
06. CRUISE CONTROL
07. HALLUCINATE
08. ONLY THE GOOD DIE YOUNG
09. BAD ACTRESS
10. COME UNDONE
11. GOTTA LET IT GO

Within Temptation -Gothic Rock Music-

•Juni 4, 2008 • & Komentar

Mungkin jika anda mendengar nama Within Temptation, anda pasti berpikir, band dari mana lagi ini ? Atau mungkin berpikir, ini band model apa lagi ? Anda memang tidak salah, band ini memang belum begitu terlalu terkenal di Indonesia. Terbukti, setelah mencoba memberikan nama band ke beberapa rekan yang ada di Surabaya, mereka terkesan bingung dengan nama band ini. Namun jangan salah, band ini begitu dikenal di Eropa. Bahkan baru-baru ini mereka baru saja menggelar tur mereka di Eropa.

Within Temptation, band ini berasalah dari Belanda, dengan aliran adalah Gothic Rock. Mendengar aliran ini, pasti akan merasa merinding. Yang ada di bayangan kita adalah musik yang begitu ramai, dengan sayatan dan distorsi gitar yang keras serta gebukan drum yang mantap. Tidak salah kalo berpikiran seperti itu, tapi anda perlu menambahkan satu hal, ORCHESTRA yang begitu menggema. Membuat lagu-lagu yang ada di albumnya menjadi begitu indah dan mampu menggetarkan hati.

Band ini berdiri sejak tahun 1996 dan terdiri atas enam orang personil, yaitu Sharon Den Adel (Vocal), Robert Westerhold (Guitar), Ruud Jolie (Guitar), Jeroen Van Veen (Bass), Stephen Van Haestregt (Drums), Martijn Spierenburg (Keyboards). Berawal dari indie label sekarang sudah enam album yang mereka hasilkan (satu album special edition) dan yang terbaru baru saja mereka liris pada tahun 2007 yang lalu dengan title “The Heart of Everything”. Dengan single yang pertama (Februari 2007) adalah “What Have You Done” dan dilanjutkan dengan single kedua (Juni 2007) “Frozen”. Kedua single inilah yang membawa mereka ke jenjang kesuksesan di Eropa. Bahkan hampir tiap hari single Frozen menghiasi radio-radio dan video klip di Eropa. Akhir Juli, mereka merilis single “What Have You Done” di Amerika dan meraih kesuksesan serupa.

Musik yang mereka tampilkan begitu harmoni. Gabungan antara suara vokal wanita yang melengking, ditambah sayatan gitar dan gebukan drum yang menggema serta orchestra yang menggelegar, membuat musik mereka menjadi harmoni. Begitu indah harmoni yang mereka ciptakan. Apalagi lengkingan vokalnya membuat kita terbawa dalam suasana “gelap” yang begitu dalam dan menjadi ciri khas dari band ini. Album mereka menjadi salah satu album yang direkomendasikan bagi para pencinta musik rock, yang menginginkan suatu hal yang baru dan INDAH.

http://www.within-temptation.com

DREAM THEATER’S GREATEST HIT – Releases 1 April 2008

•Juni 4, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Setelah lebih dari 20 tahun berkarya di dunia musik, Dream Theater akan mengeluarkan album GREATEST HIT. Dream Theater yang beranggotakan James LaBrie (vocals), John Myung (bass), John Petrucci (guitar/vocals), Mike Portnoy (drums/vocals) dan Jordan Rudess (keyboards) adalah merupakan salah satu grup band progressive hard rock papan atas dunia. Album yang akan di beri judul DREAM THEATER’S GREATEST HIT ini akan berisi lagu-lagu terbaik mereka dari tahun 1991 – 2005, yang akan dikeluarkan dalam bentuk double CD. Album ini akan berisi 22 lagu dimana didalamnya juga terdapat 3 buah lagu new-remixes. Menurut rencana album ini akan diluncurkan pada tanggal 1 April 2008, diperkirakan akan dijual dengan harga $19.98 (retail outlets) dan $12.99 untuk digital retail outlets.

Tiga buah lagu yang akan di new remixes adalah “Pull Me Under”, “Take The Time” dan “Another Day.” yang ketiganya ada di album Images And Words (1992). Lagu pada album ini akan dibagi menjadi dua disc, dimana disc pertama disebut dengan “The Dark Side” (the metallic) dan disc kedua akan diberi judul “The Light Side” (the melodic).

DREAM THEATER’S GREATEST HIT

Track Listing

Disc 1: (The Dark Side)

  1. “Pull Me Under” (2007 Remix)
  2. “Take The Time” (2007 Remix)
  3. “Lie” (Single Edit)
  4. “Peruvian Skies”
  5. “Home” (Single Edit)
  6. “Misunderstood” (Single Edit)
  7. “The Test That Stumped Them All”
  8. “As I Am”
  9. “Endless Sacrifice”
  10. “The Root Of All Evil”
  11. “Sacrificed Sons”

Disc 2: (The Light Side)

  1. “Another Day” (2007 Remix)
  2. “To Live Forever”
  3. “Lifting Shadows Off A Dream”
  4. “The Silent Man”
  5. “Hollow Years”
  6. “Through Her Eyes” (Alternate Album Mix)
  7. “The Spirit Carries On”
  8. “Solitary Shell” (Single Edit)
  9. “I Walk Beside You”
  10. “The Answer Lies Within”
  11. “Disappear”

Soft Skill ? Susah tapi Penting..

•Juni 4, 2008 • 1 Komentar

Ada cerita menarik dari sebuah buku dengan judul LESSON FROM THE TOP karangan Neff dan Citrin (1999). Inti dari buku itu adalah berbagi pengalaman dari beberapa orang CEO terkemuka dan sukses di Amerika. Dari buku tersebut terangkum sebuah kesimpulan yang memuat 10 kiat sukses menurut mereka. Namun dari sepuluh kiat tersebut, tidak ada satupun yang menyebut pentingnya memiliki ketrampilan teknis atau hardskill sebagai persyaratan untuk sukses di dunia kerja. Mereka sepakat bahwa kesuksesan bukanlah ketrampilan teknis, melainkan kualitas diri yang termasuk dalam kategori ketrampilan lunak atau softskill.

Menarik Bukan? Nah terus yang jadi pertanyaan bagi kita adalah, bagaimana peran perguruan tinggi disini? Bukankah hampir mayoritas dari perguruan tinggi di Indonesia lebih menitik beratkan kepada hardskill? Seharusnya perguruan tinggi sudah harus menyadari bahwa pentingnya softskill bagi para lulusan perguruan tinggi sebagai calon pekerja dan pengusaha serta pemimpin masyarakat. Hingga saat ini, belum semua perguruan tinggi menyadari hal ini. Mereka masih berusaha idealis dengan menerapkan metode hardskill di dalam pembelajaran di dalam kelas maupun kehidupan kampus sehari-hsari. Hal ini tidak sepenuhnya salah, namun alangkah baiknya jika perguruan tinggi berusaha menerapkan softskill di dalam metode pembelajaran mereka. Namun sebelum menularkan softskill kepada para mahasiswa, lebih baik kita mengubah dan membekali diri kita dengan softskill terlebih dahulu.

Memang menerapkan softskill tidaklah mudah. Sulit, bahkan butuh waktu yang tidak sebentar. Bukan hanya mahasiswa, namun juga dari pihak pengajar dan pegawai juga harus. Sejak awal, sebaiknya komponen kampus tersebut (Mahasiswa, dosen dan pegawai) harus dibekali dengan pengetahuan mengenai softskill yang cukup dan bahkan sudah terbiasa mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari maka peluang mereka untuk menjadi orang sukses di masyarakat akan semakin besar.

BeSaRnYa PeNgHargAaN

•Juni 2, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Seorang penjual daging mengamati suasana sekitar tokonya. Ia sangat terkejut melihat seekor anjing datang ke samping tokonya.
Ia mengusir anjing itu, tetapi anjing itu kembali lagi. Maka, ia menghampiri anjing itu dan melihat ada suatu catatan di mulut anjing itu.
Ia mengambil catatan itu dan membacanya, ‘Tolong sediakan 12 sosis dan satu kaki domba. Uangnya ada di mulut anjing ini.’
Si penjual daging melihat ke mulut anjing itu dan ternyata ada uang sebesar 10 dollar di sana. Segera ia mengambil uang itu, kemudian ia memasukkan sosis dan kaki domba ke dalam kantung plastik dan diletakkan kembali di mulut anjing itu.

Si penjual daging sangat terkesan. Kebetulan saat itu adalah waktu tutup tokonya, ia menutup tokonya dan
berjalan mengikuti si anjing.
Anjing tersebut berjalan menyusuri jalan dan sampai ke tempat penyeberangan jalan. Anjing itu meletakkan kantung plastiknya, melompat dan menekan tombol penyeberangan, kemudian menunggu dengan
sabar dengan kantung plastik di mulut, sambil menunggu lampu penyeberang berwarna hijau.

Setelah lampu menjadi hijau, ia menyeberang sementara si penjual daging mengikutinya.
Anjing tsb kemudian sampai ke perhentian bus, dan mulai melihat ‘Papan informasi jam perjalanan ‘.
Si penjual daging terkagum-kagum melihatnya. Si anjing melihat ‘Papan informasi jam perjalanan’ dan kemudian duduk
disalah satu bangku yang disediakan.

Sebuah bus datang, si anjing menghampirinya dan melihat nomor bus dan kemudian kembali ke tempat duduknya.
Bus lain datang. Sekali lagi si anjing menghampiri dan melihat nomor busnya.
Setelah melihat bahwa bus tersebut adalah bus yang benar, si anjing naik.

Si penjual daging, dengan kekagumannya mengikuti anjing itu dan naik ke bus tersebut.
Bus berjalan meninggalkan kota, menuju ke pinggiran kota. Si anjing melihat pemandangan sekitar.
Akhirnya ia bangun dan bergerak ke depan bus, ia berdiri dengan 2 kakinya dan menekan tombol agar bus berhenti.

Kemudian ia keluar, kantung plastik masih tergantung di mulutnya. Anjing tersebut berjalan menyusuri jalan sambil dikuti si penjual daging.
Si anjing berhenti pada suatu rumah, ia berjalan menyusuri jalan kecil dan meletakkan kantung plastik pada salah satu anak tangga.

Kemudian, ia mundur, berlari dan membenturkan dirinya ke pintu. Ia mundur, dan kembali membenturkan dirinya ke pintu rumah tsb.
Tidak ada jawaban dari dalam rumah, jadi si anjing kembali melalui jalan kecil, melompati tembok kecil dan berjalan sepanjang batas kebun tersebut.

Ia menghampiri jendela dan membenturkan kepalanya beberapa kali, berjalan mundur, melompat balik dan menunggu di pintu.

Si penjual daging melihat seorang pria tinggi besar membuka pintu dan mulai menyiksa anjing tersebut, menendangnya, memukulinya, serta menyumpahinya.
Si penjual daging berlari untuk menghentikan pria tersebut,

‘Apa yang kaulakukan ..?
Anjing ini adalah anjing yg jenius.
Ia bisa masuk televisi untuk kejeniusannya. ‘

Pria itu menjawab, ‘Kaukatakan anjing ini pintar …?

Dalam minggu ini sudah dua kali anjing bodoh ini lupa membawa kuncinya..!’

Mungkin hal serupa pernah terjadi dalam kehidupan Anda.
Sesuatu yang bagi Anda kurang memuaskan, mungkin adalah sesuatu yang sangat luar biasa bagi orang lain.

Yang membedakan hanyalah seberapa besar penghargaan kita.

Pemilik anjing tidak menghargai kemampuan si anjing dan hanya terfokus pada kesalahannya semata, sehingga menganggapnya anjing yang bodoh.

Sebaliknya, sang pemilik toko menganggap anjing tersebut luar biasa pintarnya karena mampu berbelanja sendirian.

Mungkin kita tidak pernah menyadari bahwa setiap harinya kita menghadapi pilihan yang sama.

Kita punya dua pilihan dalam menghadapi hidup ini, apakah hendak mengeluh atas berbagai hal yang kurang memuaskan, atau bersyukur atas berbagai karunia yang telah kita terima.

Tuhan telah mengkaruniai Anda dengan 86.400 detik per hari