Lulus ? Bahagia… Tidak Lulus ? Sedih, Marah… Siapa yang Salah ?

Beberapa hari yang lalu, para pelajar SMA kita, yang mengikuti Ujian Akhir Nasional (UAN), mendapatkan hasil dari ujian yang mereka ikuti. Bermacam-macam reaksi dari para pelajar tersebut. Bagi pelajar yang lulus UAN, mereka merayakannya dengan penuh sukacita, mulai dari acara corat coret baju SMA, nyebur ke kali yang ada di depan sekolah mereka, konvoi keliling kota, berdoa secara bersama-sama dan sabagainya. Namun, bagi yang gagal dalam mengikuti UAN, mereka menangis, marah, bahkan ada sampai yang pingsan.

Setiap tahun, pelaksanaan UAN selalu mendapatkan pro dan kontra. Apalagi pemerintah setiap tahunnya juga selalu menaikkan standart kelulusannya. Sungguh tidak gampang, jika melihat standar kelulusan yang ditetapkan oleh para pelajar. Namun, terlepas dari standar kelulusan dari UAN yang ditetapkan, sebenarnya masih banyak masalah yang dihadapi oleh pendidikan Indonesia sendiri. Terutama di kalanngan Sekolah Menengah. Jika banyak pelajar yang tidak lulus UAN, pertanyaannya adalah, siapakah pihak yang salah dalam hal ini ? Apakah pemerintah ? Sekolah atau dari sisi pelajar itu sendiri ?

Saya tidak akan melihat dari sisi pemerintah maupun sekolah. Karena permasalahan yang terjadi didalamnya sangatlah kompleks. Kita melihat dari sisi para pelajar SMA itu sendiri. Beberapa hari setelah adanya pengumuman hasil UAN, di Metro TV, di tayangkan sebuah acara yang diberi nama SNAPSHOT. Dimasa pada saat ini, tema yang dibawakan adalah mengenai tingkat kebolosan dari para pelajar.

Disitu kita akan melihat bagaimana yang sebenarnya terjadi saat ini. Kita akan kaget. Karena diacara tersebut, kita akan melihat begitu banyaknya para pelajar SMA yang bolos sekolah. Dan mereka malah melakukan banyak hal-hal yang tidak berguna pada saat bolos tersebut. Mulai dari berpacaran, nongkrong bersama-sama sambil merokok, jalan-jalan bahkan sampai dengan maen game di beberapa warnet. Yang lebih mengherankan adalah, mereka melakukan tindakan tersebut dengan santai, bahkan alasan yang dikemukakan oleh para pelajar kita sangatlah membuat kita heran. Mereka benar-benar tidak peduli dengan sekolah, cuek dan malas. Salah seorang pelajar yang diwawancarai, mengatakan bahwa, mereka tidak peduli dengan urusan sekolah, mereka tidak peduli dengan apa yang terjadi nanti, yang penting saat ini mereka bolos dan mereka sangat menikmatinya. Mereka malas untuk belajar, namun daripada nanti kena omel oleh orang tua mereka, mereka memilih untuk bolos tanpa sepengetahuan orang tua mereka. Sangat menyedihkan….

Namun jika pada saat UAN dilaksanakan, dan hasilnya adalah mereka tidak lulus, bagaimana reaksi mereka. Mereka pasti nangis, marah kepada pemerintah dsb dsb dsb. Namun disaat mereka harus belajar, mereka malas bolos, mereka malah tidak peduli dengan sekolah mereka. Padahal sekolah itu bukan buat siapa-siapa, namun buat masa depan mereka sendiri. Memang untuk mengatasi masalah ini, membutuhkan peran serta dari banyak pihak. Mulai keluarga, sekolah hingga pemerintah. Namun kita harus bersama-sama memperbaikinya, jika tidak, mau kemana bangsa ini ? Mau jadi apa pendidikan di Indonesia ???

Berbahagialah kita yang masih punya biaya untuk menikmati sekolah, bandingkanlah dengan saudara-saudara kita yang kesulitan untuk sekolah.

~ oleh siheyu di/pada Juni 20, 2008.

3 Tanggapan to “Lulus ? Bahagia… Tidak Lulus ? Sedih, Marah… Siapa yang Salah ?”

  1. Nggak ada yang salah. Proses menuju nation and character building.
    Kita harus terus bangun pendidikan kita.

    salam

  2. tlepas dr pro n kontra, aku cm inget 1 statement tokoh nasional: …UN merupakan proses pendisiplinan nasional..bukan hanya bagi para siswa, namun jg guru, dan orang tua bs menjadikan UN sbg cermin/ alat introspeksi diri… SEMANGATZ!!! solusi datang dgn mencari tau kenapa takdir/ kenyataan hidup memilih kita (mungkin)

  3. yah, kalo dibilang UN sebagai proses pendisiplinan nasional, kita setuju-setuju saja.. namun pembenahan tampaknya tidak hanya dari UAN saja.. dari semua bidang pendidikan harus tetep dibenahi…

Tinggalkan Balasan