Promosi Perguruan Tinggi, By Mouth to Mouth : Demi Kemajuan Bangsa

Mendekati tahun ajaran baru, biasanya para perguruan tinggi mulai melancarkan jurus promosinya untuk menggaet para calon mahasiswa. Bahkan biasanya promosi yang dilakukan oleh para perguruan tinggi dimulai dari satu tahun sebelumnya, hingga menjelang tahun ajaran baru. Sama seperti dalam dunia bisnis, begitu banyak hal yang dilakukan oleh para perguruan tinggi di dalam menjaring calon mahasiswanya. Mulai dari mengadakan pameran tunggal, pameran bersama, presentasi di SMA – SMA, mengadakan even yang menunjukkan kualitas perguruan tinggi sampai dengan pemasangan advertising di koran-koran ternama. Apa yang dilakukan oleh para perguruan tinggi tersebut, sudah sama dengan apa yang dilakukan oleh para pebisnis dalam mempromosikan produknya. Tidak salah jika banyak orang yang berpendapat bahwa pendidikan sudah merasuki ke dalam dunia bisnis.

Begitu banyak biaya promosi yang dikeluarkan oleh para perguruan tinggi tersebut dalam menjaring calon mahasiswanya. Mungkin yang lagi tren sekarang adalah pemberian laptop bagi para calon mahasiswa baru yang mendaftar. Sering kita lihat di beberapa iklan, baik itu yang ada di jalan-jalan, maupun iklan di kolan, bahwa beberapa perguruan tinggi menyediakan laptop gratis bagi mahasiswa barunya. Apakah hal ini sangat efektif ? Belum tentu.

Hal yang utama dari promosi perguruan tinggi sekarang sebenarnya adalah kualitas dari pengajaran dan pendidikan di dalam institusi tersebut. Para calon mahasiswa sekarang sudah semakin pintar di dalam memilih mana perguruan tinggi yang terbaik buat mereka. Berdasarkan survei yang pernah dilakukan, iklan yang dipasang oleh para perguruan tinggi di dalam suatu surat kabar, sebenarnya tidak terlalu efektif. Kecuali jika tujuannya adalah hanya sosialisasi kepada masyarakat bahwa perguruan tinggi tersebut masih eksis. Memang masih banyak yang merespon iklan tersebut, walaupun terkadang banyak yang terlewatkan.

Kembali ke dalam masalah kualitas perguruan tinggi. Kualitas pendidikan dan pelayanan kepada para calon mahasiswa adalah merupakan salah satu faktor yang efektif untuk menjaring calon mahasiswa. Jika kualitas pendidikan dan pelayanan kepada mahasiswa, sangatlah baik, bukan tidak mungkin promosi akan datang dengan sendirinya. Mengapa ? Begitu mahasiswa di dalam sebuah perguruan tinggi terkesan dengan pelayanan yang diberikan kepadanya, senang dengan kualitas pendidikan yang diajarkan hingga mampu membuatnya berkembang, maka mahasiswa tersebut tanpa diberi komisi ataupun disuruh, akan menceritakannya kepada orang lain. Akan menjadi lebih baik jika dia menceritakannya kepada para adik-adik kelasnya, yang niscaya akan melanjutkan ke perguruan tinggi.

Promosi seperti ini tingkat keefektifannya sangat tinggi, karena para calon mahasiswa akan lebih percaya cerita dari sesama mahasiswa daripada omongan pihak marketing perguruan tinggi. Mahasiswa tersebut akan menceritakan pengalaman positifnya kepada semua orang. Hal inilah yang sering dinamakan dengan “mouth to mouth promotion”. Promosi ini murah namun tidak gampang. Karena meningkatkan kualitas dari pendidikan tinggi, tersebu tidaklah mudah. Namun hal ini harus dilakukan oleh para perguruan tinggi di Indonesia. Bahkan bisa dibilang wajib. Bukan untuk mengejar promosi saja, namun untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.

Apakah kita mau, jika banyak perguruan tinggi di Indonesia nantinya banyak dibeli oleh pihak-pihak asing ? Seperti yang terjadi pada beberapa bank yang ada di Indonesia, yang kepemilikannya banyak dibeli oleh pihak asing ? Kapan kita bangga dengan bangsa ini, jika semuanya dimiliki oleh asing ? Marilah dunia pendidikan bersama-sama dengan dunia bisnis industri Indonesia, bersama-sama berusaha untuk memajukan bangsa Indonesia. Mari kita tingkatkan kualitas pendidikan perguruan tinggi di Indonesia, bukan hanya demi promosi namun demi kemajuan bangsa…. Hidup Pendidikan Indonesia (heyu)

~ oleh siheyu di/pada Juni 7, 2008.

2 Tanggapan to “Promosi Perguruan Tinggi, By Mouth to Mouth : Demi Kemajuan Bangsa”

  1. kasihannya Perguruan Tinggi baru nasional y… masy kbanyakan pcaya barang asing lbh OKE ktimbang barang lokal… (mungkin) solusinya menyewa tim marketing asing y ^o^… semoga niat utama: ..demi mencerdaskan khidupan bangsa.. tidak pernah dpertimbangkan (ulang) dlm stiap pengambilan keputusan dsetiap institusi pendidikan… SEMANGATZ

  2. yup itulah perguruan tinggi kita. Yang inginnya menjual dengan segala sesuatu yang berbau asing. Tidak ada salahnya sih, sehingga membuat perguruan tinggi kita menjadi lebih global.

    Namun kenapa, kalo perguruan tinggi kita berani percaya dengan segala sesuatu yang asing, tidak berusaha menarik mahasiswa asing ke Indonesia ? Kalo banyak mahasiswa kita belajar di luar negeri, kenapa kita ga berusaha mempromosikan Perguruan tinggi kita di negara lain ? Kayaknya patut dicoba deh…

    MAJU PENDIDIKAN INDONESIA……

Tinggalkan Balasan